Pages

Kamis, 06 Oktober 2011

Desain Interior Pada Dinding Rumah



Desain Interior - Bosan dgn desain interior rumah yg itu-itu saja? Ingin nuansa baru yg lebih menyegarkan? Itu artinya, sudah saatnya Anda melakukan make over. Bicara soal make over desain interior, jangan hanya terpaku pada perubahan besar. Make over kecil-kecilan seperti memasang wallpaper, sah-sah saja, kok!
Dinding Harus Sehat
Sebelum memilih wallpaper, ukur dulu seberapa luas dinding yg akan dipakai sedetail mungkin, karena akan menentukan berapa banyak wallpaper yg dibutuhkan. Lalu, pastikan kondisi dinding layak pasang wallpaper. Jika dinding kotor, kasar, atau lembap, wallpaper tak akan terpasang sempurna. Jadi, lap dinding terlebih dahulu hingga bersih dari debu.

Ukur Dgn Akurat
Untuk menghindari kesalahan, ada baiknya tandai area dinding yg akan dipasangi wallpaper. Garis ini berguna sebagai petunjuk saat membuka gulungan wallpaper di dinding. Sisakan 3 cm pada ujung wallpaper dan 2 cm pada sisi kiri dan kanan. Setelahnya, potong sisa wallpaper tadi dgn cutter dan gunakan bantuan penggaris agar hasilnya rapi.
Menghitung Berapa Gulung Wallpaper Yg Dibutuhkan
Mudah saja. Misalnya untuk ruang tamu ukuran 4 X 5 m. Jika wallpaper yg dipakai berpola dgn pengulangan pola (repeat) per 60 cm dan 1 gulung (rol) kecil berukuran 10 m X 53 cm, �Maka yg dibutuhkan kira-kira sebanyak 10-12 gulung (rol) kecil,� jelas Lynda Octina, Gallery Supervisor dari Goodrich Gallery.
Semakin besar jarak repeat, semakin banyak sisanya. Lain halnya jika menggunakan wallpaper tanpa repeat, yg dibutuhkan jadi sekitar 9 rol. Intinya, lanjut Lynda, pintu dan jendela harus tetap dimasukkan ke dalam luas ruangan, ketika memasang wallpaper.
Trik Lem
Ada wallpaper yg pre-pasted, artinya sudah dilem. Jadi ketika dipasang, tinggal dibasahi menggunakan spons yg sudah direndam air .
Sebaliknya, jika tidak pre-pasted, gunakan lem khusus wallpaper yg harus dioleskan terlebih dahulu pada wallpaper dgn spatula. Banyak metode yg bisa dilakukan untuk merekatkan wallpaper pada tembok. Seperti, �Direndam dgn lem seharian atau temboknya yg dilem,� ujar Lynda.
Pasang Wallpaper
Trik memasang wallpaper lain lagi. Ketika memasang wallpaper, gulung ke arah depan sehingga bagian yg dilem akan saling bersentuhan. Selanjutnya, Anda tinggal memasangnya di dinding. Lakukan pelan-pelan agar wallpaper yg dipasang tidak bergelembung.
Bagaimana jika ingin mengganti wallpaper yg sudah ada? �Jika masih ada bagian yg melekat, basahi saja dgn spons yg lembap. Pastikan dinding halus kembali dan layak dipasangi wallpaper.�
Jadi, tak masalah jika ingin warna yg berbeda, asalkan dinetralkan dgn konsep general tadi. Misalnya, untuk aksen dipilih warna jingga, netralkan dgn wallpaper bermotif bunga krem dipadu jingga.
Sudah siap make over dgn wallpaper? Layak dicoba! Pasalnya, wallpaper bukan tempelan belaka, ia justru memberi warna baru untuk rumah kesaygan Anda.
Sumber: www.tabloidnova.com
Temukan Info Lain seputar Desain Interior
Baca Selengkapnya - Desain Interior Pada Dinding Rumah

Rabu, 05 Oktober 2011

Go Green Dgn Konsep Rumah Kayu


Arsitektur Bangunan- Kini, setiap manusia harus menjadi bagian dari program "go green". Mulai dari isu yg global hingga ke hal yg paling dekat dgn kehidupan kita, sebut saja rumah.
Material dan konsep yg kini mulai banyak dilirik dalam pembuatan rumah cenderung disesuaikan dgn tema go green atau semangat back to nature. Konsep rumah ini lalu dikenal dgn sebutan rumah ramah lingkungan.
untuk rumah kayu, desainnya dapat dikelompokan menjadi dau bagian: Rumah Kayu Klasik dan Rumah Kayu Modern (Mixed). Jenis klasik biasanya hanya terdiri dari 1 lantai, dgn desain sederhana layaknya gazebo atau saung.
Dgn bentuk atap square, empat pilar utama, dan desain rumah berbentuk segi empat. Jenis modern biasanya lebih diilhami oleh desain rumah beton modern, hanya materialnya diganti kayu. Biasanya terdiri dari dua lantai atau lebih, dan ukurannya pun lebih terasa luas.
Desain rumah kayu pada prinsipnya sama saja dgn rumah standar. Bedanya, unsur estetika pada rumah kayu lebih ditonjolkan. Material kayu amat mendukung nilai estetis, meski terkadang agak rumit jika dibandingkan nilai fungsinya, karena bentuknya jadi tak sesederhana jika hanya terbuat dari beton atau semen.
Selanjutnya, konsep rumah kayu dibedakan berdasarkan panel dindingnya. Ada yg memakai panel tunggal (single panel), dan ada yg ganda (double panel). Jika rumah kayu ingin ditempatkan di dalam kota seperti Jakarta, lebih baik menggunakan double panel agar lebih nyaman.
Dikarenakan sifat kayu lebih cepat mengalami pemuaian dan penyusutan bila terkena panas, sehingga kemungkinan terjadi kerenggangan pada susunan panel lapis pertama. Namun, dapat ditutupi dgn panel lapis kedua.
Rumah kayu pun pada dasarnya memiliki luas layaknya rumah standar pada uumnya, karena fungsinya sama saja. Sedangkan untuk gazebo atau saung, ukuran standarnya mulai dari 2m x 2m, atau disesuaikan dgn luas halaman yg dimiliki.
Kualitas Baik
Salah satu langkah preventif untuk mencegah akibat buruknya, dapat dipilih material kayu berkualitas baik. Sebagai contoh, spesifikasi untuk rangka utama rumah dapat menggunakan kayu besi (knock down, tahan air, anti rayap), plafond dari kayu nyatoh, reng dari kayu borneo, kusen pintu dan jendela dari kayu besi, daun pintu dan jendela dari kayu nyatoh, rangka atap/ kuda-kuda dari kayu besi.
Selebihnya dapat menggunakan material standar yg sama digunakan pada rumah beton. Dan untuk menghindari lembap, dapat disiasati dgn menggunakan GRC (panel berbahan semen dgn serat fiberglass) sebagai interiornya, sehingga di bagian dalam rumah tetap menyerupai dinding batu yg dapat dicat. Panel kayu hanya digunakan pada bagian luarnya saja.
Saat ini harga rumah kayu yg ditawarkan oleh jasa arsitektur dapat mencapai Rp 2,5 - 2,75 juta/ m2, sudah termasuk desain dan pelaksanaan. Sedangkan untuk pembuatan gazebo, dimana material kayu merupakan ornamen taman, dipatok seharga Rp 2 - 2,5 juta/ m2, inipun disesuaikan dgn desain.
Selamat back to nature!
Sumber: www.tabloidnova.com
Temukan Info Lain Seputar Arsitektur Bangunan,
Baca Selengkapnya - Go Green Dgn Konsep Rumah Kayu

Selasa, 04 Oktober 2011

Memilih Arsitek Rumah


arsitek


ARSITEK - Memiliki rumah yang bagus dan sesuai selera serta gaya hidup, tentulah dambaan semua orang. Hal seperti itu belum tentu bisa diwujudkan apabila kita membeli �RUMAH JADI�. Sebab membeli RUMAH JADI berarti kita memakai desain dan konsep orang lain. Belum tentu desain tersebut sesuai dengan keinginan dan gaya yang kita miliki. Lalu bagaimana agar bisa memiliki rumah yang menjadi idaman kita? Caranya dengan mengonsep, mendesain, dan membangun sendiri sebuah rumah.


Untuk itu diperlukan perancang bangunan (arsitek) yang bisa mentransfer ide dan keinginan kita ke dalam sebuah rancangan bangunan. Dengan memilih seorang arsitek yang benar-benar berkualitas, gambaran tentang sebuah rumah ideal yang ada dalam pikiran kita bisa menjadi kenyataan.

Seorang arsitek bertugas merancang segala sesuatu yang berkaitan dengan rancang bangunan hingga akhirnya menjadi sebuah bangunan. Di sini sudah termasuk proses pengawasan hingga bangunan jadi.

Tugas arsitek bermula dari permintaan atau pesanan klien. Mereka kemudian mengonsep permintaan dan keinginan klien itu ke dalam sebuah rancangan yang didasarkan pada standardisasi ilmu arsitektur. Pada proses ini arsitek akan memberikan saran kepada klien tentang bentuk bangunan yang sesuai dengan keinginan dan kondisi tekstur tanahnya.

Ketika hasil rancangan tersebut disetujui oleh klien, maka ada kontrak kerja dengan klien guna memvisualisasikan rancangan itu hingga menjadi sebuah bangunan utuh. Pada kontrak tersebut tertera segala aturan main mengenai proses pembuatan bangunan.

Memilih arsitek yang bisa menerjemahkan keinginan kita tentu tidak mudah. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum memilih arsitek yang akan mengonsep rumah atau bangunan Anda.

1. Kenali gaya-gaya arsitektur untuk diwujudkan dalam rumah Anda. Anda bisa memilih gaya global, seperti gaya Eropa, Timur Tengah, atau gaya Jawa khas dengan bentuk pendoponya, dan sebagainya.

Setelah menentukan gaya apa, barulah Anda memilih seorang arsitek yang bisa menerjemahkan kemauan dan gaya yang Anda tentukan tadi. Makin jelas keinginan dan gaya yang Anda kehendaki, makin mudah bagi arsitek untuk mewujudkannya dalam sebuah rancangan bangunan.

2. Setiap arsitek, khususnya yang sudah berpengalaman, akan memiliki gaya dan kekhasan tersendiri yang menjadi trade mark-nya. Kenali karya-karya arsitek yang hendak Anda pilih. Tentukan pilihan pada arsitek yang memiliki gaya sesuai dengan keinginan dan gaya yang Anda miliki. Kesesuaian ini akan makin memperbesar kemungkinan terwujudnya gaya rumah impian Anda.

3. Arsitek yang baik akan berusaha semaksimal mungkin menerjemahkan keinginan dan gaya Anda ke dalam sebuah rancangan. Jika Anda sudah memutuskan untuk memilih seorang arsitek, maka pada proses berikutnya diperlukan diskusi dan kerja sama yang baik antara Anda dengan sang arsitek. Sering-seringlah mengadakan diskusi dan tukar pemikiran agar arsitek benar-benar memahami apa yang menjadi keinginan Anda.(daukhan-arsitek.com)
Baca Selengkapnya - Memilih Arsitek Rumah

Senin, 03 Oktober 2011

Tips Desain Arsitektur Bangunan Rumah Sesuai Kepribadian




ARSITEKTUR BANGUNAN - Rumah yang indah tidak perlu ikut-ikutan tren yang sekarang sedang berlangsung yaitu rumah minimalis. Rumah akan lebih cantik dan indah bila tampil apa adanya, sesuai dengan karakter penghuninya. Rumah yang tampil apa adanya sehingga terlihat cantik dan indah adalah rumah yang pada wajahnya terpancar kecantikan dari dalam diri rumah itu. Kecantikan bukan karena polesan atau kosmetik.

arsitektur bangunan
Berikut saya berikan sedikit tips agar desain arsitektur bangunan rumah sesuai kepribadian, sehat dan nyaman bagi keluarga.

# Kenalilah selera Anda dan keluarga. Ini penting agar tidak mudah dipengaruhi. Tanamkan dalam diri Anda dan keluarga bahwa rumah harus dapat menyokong kepentingan-kepentingan Anda sekeluarga.
# Banyak-banyaklah mencari informasi melalui dari berbagai media. Informasi yang lengkap akan memudahkan Anda dalam memutuskan desain yang seperti apa yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan Anda.
# Kumpulkan sebanyak-banyaknya contoh-contoh gambar rumah yang Anda sukai. Dari semua gambar yang ada, Anda seleksi mana yang benar-benar Anda sukai.
# Bisa juga dengan menyusun gambar, brosur, atau semua informasi dalam suatu buku. Dengan demikian akan memudahkan Anda dalam memilih semua komponen yang akan menjadi bagian dari rumah Anda nantinya.
# Setelah Anda mantap dengan semua pilihan Anda, maka konsultasikan kepada Arsitek Anda. Karena apa-apa yang Anda pilih akan menjadi bahan acuan sangat berarti bagi sang Arsitek dalam mendesain rumah Anda.
Terimalah saran-saran dari Arsitek bila hal-hal yang Anda pilih dalam desain rumah Anda kurang sesuai dengan konsep arsitektur yang Arsitek ajukan pada Anda.Mintalah penjelasan kepada Arsitek Anda apa alasan-alasan konsep tersebut.Arsitek pasti dapat menjelaskan karena dia membuat konsep dengan dasar-dasar ilmu Arsitektur yang telah ia dalami.(sumber:sketsarumah.com)
Baca Selengkapnya - Tips Desain Arsitektur Bangunan Rumah Sesuai Kepribadian

Minggu, 02 Oktober 2011

Melihat Perkembangan Secondary Skin, Si Tabir Surya




Arsitektur Bangunan - Rumah tropis rentan terpapar sinar matahari secara langsung sehingga suhu di dalam rumah terasa panas. Di sinilah secondary skin berguna untuk menahan sinar matahari langsung plus tampias hujan.
Secondary skin merupakan lapisan kedua pada bangunan dan memiliki fungsi utama sebagai penahan sinar matahari langsung. Biasanya, secondary skin diterapkan pada bangunan yg berada di daerah tropis. Dengan berkembangnya ilmu arsitektur bangunan dan kebutuhan masyarakat akan rumah yg ideal, maka secondary skin sekarang tidak hanya mengedepankan fungsinya, melainkan juga harus bisa menyatu dengan desain arsitektur yg ada.
Material secondary skin paling lazim dan paling dasar dalam arsitektur bangunan yg sampai sekarang masih digunakan adalah gorden, Material lain yg bisa menjadi alternatif tambahan selain gorden adalah wooden blind dan para-para. Sebetulnya bambu juga bisa digunakan sebagai material secondary skin . Namun yg umumnya digunakan pada desain-desain terkini adalah wooden blind dan para-para, karena memberikan kesan minimalis.
Wooden blind biasanya terbuat dari kayu dan diletakkan di belakang bidang kaca rumah. Sebagai secondary skin , wooden blind ini terbukti mampu mengurangi sinar matahari langsung dari luar.
Kelebihan lain wooden blind antara lain mudah didapat, pengerjaannya cepat, dan tersedia dalam berbagai warna, sehingga bisa disesuaikan dengan desain interior yg ada. �Jadi, secara fungsional, wooden blind ini sangat baik, namun tetap bisa membaur atau menyesuaikan terhadap interior bangunannya. Harganya pun bervariasi, bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Material lainnya adalah para-para, yg disusun dengan kerapatan dan kemiringan tertentu, sehingga berfungsi sebagai semacam tabir surya.
Perbedaan wooden blind dan para-para adalah pada letak atau placement-nya. Wooden blind biasanya cenderung ditempatkan di ruang dalam atau interior bangunan. Letaknya biasanya berada di belakang suatu bukaan jendela. Sementara para-para lebih ke eksterior dan berada di ruang luar, misalnya diletakkan di area teras, sehingga bisa mengurangi sinar matahari dan juga tampias hujan yg jatuh di teras/ beranda rumah.
Jarak pemasangan secondary skin tentu juga harus disesuaikan dengan jarak dari jendela. Jarak wooden blind biasanya lebih dekat dengan jendela, sementara para-para jarak tiap kisi-kisinya tidak ada patokan yg pasti. Biasanya, jarak ideal antara kisi-kisi berkisar 7,5 cm.
Dari sisi biaya, wooden blind jelas lebih murah karena letaknya di dalam ruangan, sehingga terlindungi dari cuaca luar. Sementara para-para lebih rentan. Namun, dengan perkembangan teknologi bahan bangunan, finishing untuk para-para kayu di eksterior pun sudah baik, sehingga tetap low maintenance.
Sumber: www.tabloidnova.com
Temukan Info Lain Seputar Arsitektur Bangunan
Baca Selengkapnya - Melihat Perkembangan Secondary Skin, Si Tabir Surya